Selasa, 11 September 2012

Cara Membuat Store Procedure di SQL Server

- bazComp share -


Cara Membuat Store Procedure di SQL Server

Membuat STORE PROCEDURE di SQL sangat penting untuk dikuasai terutama bagi ingin mendalami bahasa pemrograman aplikasi yang berkaitan dengan DATABASE (entah itu Delphi, VBasic, VFoxro, bahkan Web Base). Karena didalam STORE PROCEDURE ini kita akan melakukan perhitungan-perhitungan data yang hasilnya berupa dataset langsung dapat kita ambil melalui program aplikasi yang kita bikin.Mungkin Anda pernah mendengar dengan program Client Server. Maksud dari program Client Server adalah kita membuat suatu program yang diletakkan diserver berupa bahasa SQL dimana didalam program tersebut biasanya ditugaskan untuk melakukan perhitungan-perhitungan data dimana hasil akhirnya dapat kita ambil dan ditampilkan lewat program-program aplikasi (seperti Delphi, Visual Basic, Visual Foxpro, dll) yang berhubungan langsung dengan end user. Jadi STORE PROCEDURE tersebut letaknya di Sever, sedangkan program aplikasi yang berhubungan langsung dengan end user letaknya di komputer Client. Untuk itulah diistilahkan dengan program Client Server. Penguasaan SQL wajib hukumnya bagi yang ingin mengembangkan suatu program dengan berbasis DATABASE. Kalau tidak kita akan mendapat suatu kesulitan yang sangat luar biasa dalam mengembangkan suatu program aplikasi. Apalagi bahasa SQL ini sangat welcome sekali terhadap berbagai macam jenis bahasa. Semuanya rata-rata mengenali bahasa ini. Kita kembali ke awal, dengan menggunakan STORE PROCEDURE traffic (lalu lintas) data dijaringan dapat dikurangi, karena perhitungan-perhitungan sudah dilakukan diserver dan program di Client tinggal mengambil hasil akhirnya saja yang akan ditampilkan kepada end user.



Disini saya akan membuat contoh membuat STORE PROCEDURE dengan memakai SQL Server dengan menggunakan fasilitas Query Analyzer.

Untuk memudahkan saya akan berikan contoh kasus sederhana dibawah ini :

Kita mempunyai dua tabel, yang pertama tb_masuk dimana tabel ini berisi quantity barang masuk. Dan yang kedua tabel tb_keluar yang berisi data quantity barang keluar. Sekarang hitung jumlah quantity dengan rumus qty_akhir = qtymasuk-qtykeluar.

tb_masuk tb_keluar
Kode Qty Kode Qty
1001 50 1002 10
1002 25 1003 11
1001 12 1004 15
1003 15 1006 20
1006 26 1002 5
1004 30 1003 3
1001 25 1001 20
1002 23 1006 2
Pertama kali buka Query Analyzer, dan diharapkan Anda sudah bisa membuat CREATE DATABASE dan CREATE TABLE dengan isinya seperti tabel diatas.

Kemudian pertama-tama bikin perintah seperti dibawah ini

CREATE PROC sp_hitungStok AS

Perintah tersebut di running terlebih dahulu.

Kemudian diedit melalui langkah-langkah berikut :

Klik Object Browser (F8)





muncul gambar seperti diatas, pilih database yang digunakan dan di expand, kemudian pilih folder Store Procedure, disini merupakan daftar dari Store Procedure termasuk Store Procedure yang kita bikin diatas. Cari nama Store Procedure yang telah kita bikin yaitu sp_hitungStok. Kemudian klik kanan dan edit…..



setelah ALTER PROC sp_hitungStok AS sisipkan perintah ini :

create table #tb_hasil(kode char(4), qty float)insert into #tb_hasil
select kode, qty from tb_masuk

insert into #tb_hasil

select kode, -qty from tb_keluar

select kode, sum(qty) from #tb_hasil group by kode order by kode

“create table #tb_hasil(kode char(4), qty float)” merupakan tabel temporary, setelah procedure selesai dijalankan table ini otomatis terhapus.



Setelah perintah disisipkan silakan di running terlebih dahulu procedure ini dengan menekan tombol Ctrl+E.

Setelah itu ditutup tidak apa-apa, atau masuk dalam window lain dengan menekan tombol Ctrl+W, pilih window sebelumnya atau untitled1.

Berikan perintah untuk memanggil procedure yang dibikin tadi dengan perintah berikut :

exec sp_hitungStok

kemudian perintah ini diblok, dan di running dengan Ctrl+E

Untuk lebih jelas hasilnya dalam bentuk grid Anda harus men-setting menu Query-Result in Grid

Anda akan melihat hasilnya :



Tabel hasil tersebut merupakan penjumlahan dari tabel tb_masuk dan tb_keluar.

Store Procedure dengan Parameter

Dengan contoh yang sama kita akan membuat suatu store procedure dengan parameter.

Seperti contoh diatas kita harus melakukan pengeditan dengan mengklik kanan Store Procedure yang kita bikin dan berikan perintah berikut :

ALTER PROC sp_hitungStok @kode char(4) AScreate table #tb_hasil(kode char(4), qty float)
insert into #tb_hasil

select kode, qty from tb_masuk where kode = @kode

insert into #tb_hasil

select kode, -qty from tb_keluar where kode = @kode

select kode, sum(qty)from #tb_hasil group by kode order by kode

Lengkapnya sbb :



Kemudian di running, terus untuk memanggilnya :

exec sp_hitungStok isi_paramater

contoh : exec sp_hitung ’1001′

silakan jalankan, kita akan mendapatkan hasil berikut :



Yang akan tampil hanya kode ’1001′

Anda bisa mencobannya dengan kode lainnya.
readmore »»  

Install SQL Server 2000



- bazComp share -
 
 
 
Link Download SQL Server 2000

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data (Database) besar.

Sebelum menginstall SQL server 2000 kita harus mengetahui dahulu spesifikasi minimum komputer yang bisa di install SQL server 2000

Berikut ini spesifikasi minimum untuk komputer yang akan diinstall SQL server 2000


Processor

166-megahertz (MHz) or higher processor


Operating System



SQL Server 2000 Enterprise Edition and Standard Edition can run on the following operating systems:




Windows Server 2003 R2




Windows Server 2003, Standard Edition1




Windows Server 2003, Enterprise Edition2




Windows Server 2003, Datacenter Edition3




Windows® 2000 Server




Windows 2000 Advanced Server




Windows 2000 Datacenter Server




SQL Server 2000 Evaluation Edition and Developer Edition and Workgroup Edition can run on the following operating systems:




Operating systems listed above for Enterprise and Standard Editions




Windows XP Professional




Windows XP Home Edition




Windows 2000 Professional




SQL Server 2000 Personal Edition4 and SQL Server 2000 Desktop Engine (MSDE) can run on the following operating systems:




Operating systems listed above for Enterprise, Standard, Evaluation, and Developer Editions




Windows Server 2003, Web Edition5 (MSDE only)




Windows 98




Windows Millennium Edition (Windows Me)





Memory

Enterprise Edition: 64 megabytes (MB) of RAM; 128 MB recommended



Standard Edition: 64 MB



Workgroup Edition: 64 MB



Evaluation Edition: 64 MB; 128 MB recommended



Developer Edition: 64 MB



Personal Edition: 128 MB for Windows XP; 64 MB for Windows 2000; 32 MB for other operating systems



MSDE: 128 MB for Windows XP; 64 MB for Windows 2000; 32 MB for other operating systems




Harddisk Enterprise, Standard, Workgroup, Evaluation, Developer, and Personal Editions require:






95–270 MB of available hard disk space for the server; 250 MB for a typical installation.




50 MB of available hard disk space for a minimum installation of Analysis Services; 130 MB for a typical installation.




80 MB of available hard disk space for English Query.


MSDE requires 44 MB of available hard disk space.




Drive

CD-ROM drive


Display

VGA or higher-resolution monitor


Other Device




Microsoft Internet Explorer version 5.0 or later




Windows 95, Windows 98, Windows Me, Windows NT 4.0, Windows 2000, and Windows XP have built-in network software. Additional network software is required if you are using Banyan VINES or AppleTalk ADSP. Novell NetWare IPX/SPX client support is provided by the NWLink protocol of Windows-based networking.


Client Support:




Windows 958, Windows 98, Windows Me, Windows NT Workstation 4.0, Windows 2000 Professional, Windows XP Professional, and Windows XP Home Edition are supported.




UNIX, Apple Macintosh, and OS/2 require Open Database Connectivity (ODBC) client software from a non-Microsoft vendor.



******************************************************************************
Sebelum menginstall SQL server pertama-tama masukkan dulu CD master SQL atau



buka file master SQL dari flash disk.

1. Klik dua kali Autorun atau klik kanan >> Open


Autorun



2.Setelah autorun dijalankan maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini



Pilih SQL server 2000 Component
3.Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini



Pilih Install database server

4.Setelah Install database server di klik akan munsul SQL server Installation wizard



Klik Next > pada Instalation wizard

5.Selanjutnya akan muncul pilihan seperti berikut



Pilih Local komputer untuk menginstall SQL server di komputer anda

6.Akan ada pilihan

> “Create a new instant of sql server, or install client tools”

> “Upgrade, remove, or add component to an exciting intance of SQL server”

> “Advanced option”



Pilih “Create a new instant of sql server, or install client tools” untuk mengintall SQl server yang baru

Lalu klik next >

7. Masukkan Nama dan nama perusahaan anda



Lalu klik Next >

8. Lalu akan muncul software license aggrement



Klik Yes

9.Selanjutnya akan muncul Definition Instalation



Pilih sesuai kebutuhan anda

jika anda ingin menginstall server sekaligus client SQL server 2000 silahkan pilih “Server and Client tools”,

namun jika saat instalasi SQL server mengalami Error seperti gambar di bawah ini



jika terjadi error seperti gambar di atas sebaiknya anda memilih client tools only, dan menginstall MSDE ( ) melalui command promt caranya :

Jalankan file setup MSDE melalui Command promt

KLik start >> Run lalu ketikkan Cmd

Sebagai contoh bila file master SQL server anda berada di directory D:\master\SQL2ksp4\MSDE



Maka di command promt Tuliskan seperti ini

1. ketikkan D: lalu tekan enter



2. ketikkan cd master lalu tekan enter



3.selanjutnya ketikan cd sql2ksp4

maksudnya adalah membuka File folder bernama sql2ksp4 yang merupakan nama folder master sql saya

4. setelah masuk ke folder master sql anda ketikan cd MSDE untuk membuka folder MSDE dimana terdapat setup MSDE

5. Dan untuk menjalankan setup MSDE ketikkan perintah seperti berikut :

setup sapwd=”(passwordnya terserah anda)” securitymode=sql disablednetworkprotocols=0

lalu tekan enter, sebagai contoh saya ingin passwordnya Krizz maka perintah yang anda ketikkan adalah sebagai berikut

setup sapwd=”Krizz” securitymode=sql disablednetworkprotocols=0

Setelah berhasil menginstall desktop engine maka anda telah mempunyai server sendiri.

Dan setelah SQL server selesai di Install jangan Lupa untuk merestart komputer anda.
 
 
 
 
 

readmore »»  

Senin, 10 September 2012

Windows Server 2003 Service Pack 2 for x86 & x64 Download (ISO)

readmore »»  

Konfigurasi DHCP Di Windows Server 2008


- bazComp share -


Langkah-langkah

Perlu diingat untuk server adalah Windows Server 2008 (Vmware), sedangkan untuk client digunakan Windows 7

Disini saya Alokasikan IP Address di 10.0.0.0/24 dimana :

10.0.0.1 untuk Router/Default Gateway

10.0.0.10 untuk DNS Server

10.0.0.2 – 10.0.0.254 untuk address pool/scope

10.0.0.10 – 10.0.0.20 untuk exclusive (exclusive disini berarti ip tersebut tidak diberikan kepada klien)

Pada Windows 7 (klien) buka VMnet8 di Open Network and Sharing Center dan pilih Obtain an IP address automatically. VMnet8 merupakan network adapter yang menghubungkan sistem operasi di luar VMware dengan sistem operasi di dalam VMware melalu setting NAT (Network Address Translation) di VMware nya. O iya jangan lupa untuk mematikan/stop VMware DHCP Services

Beralih ke Windows Server 2008 di VMware. Sebelumnya pastikan Network Adapter di VMware adalah NAT. Kemudian setting IP address Windows Server dengan 10.0.0.11 subnet 255.255.255.0


Berikutnya adalah install DHCP di Windows Server. Klik start --> Server Manager --> Add Roles. Centang DHCP Server --> Next terus --> Isi parent domain misal dengan telco.com --> next terus --> Pilih disable DHCPv6 --> install


Setelah terinstall klik start --> Administrative Tools --> DHCP. Kemudian klik kanan pada IPv4, pilih new scope. Isikan scope name misal dengan scope1, dan description LAN1. Sekedar mengingatkan, jangan malas untuk membaca informasi yang terdapat pada wizard atau jendela yang sedang ditampilkan. Dengan membaca informasi tersebut anda akan mengerti apa yang dimaksud dengan scope tersebut.


Pada jendela IP Address Range. Masukkan Start Ip add 10.0.0.2 dan End IP add 10.0.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0/24


Pada jendela Add Exclusion. Masukkan Start IP add 10.0.0.10 dan End IP add 10.0.0.20 (seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa ip exclusion ini tidak didistribusikan ke client, namun digunakan di dalam lingkup server sendiri). Jika sudah klik add


Pada jendela Lease Duration pilih default saja yaitu 8 hari. Lease duration adalah berapa lama klien dapat menggunakan IP Address dari scope. Apabila sudah habis masa berlakunya yakni 8 hari, maka klien dapat IP baru dari server. Kemudian klik next --> pilih Yes, I want to...

Pada jendela Router Gateway, isikan alamat 10.0.0.1


Pada jendela Domain Name and DNS Server. Isikan parent domain dengan telco.com dan DNS isi salah satu saja di IP Addressnya dengan 10.0.0.10. Kemudian klik next


Pada jendela WINS Server kosongkan saja dan klik next. Kemudian pada jendela Actice Scope pilih Yes, I want to... dan klik next lalu Finish


Beralih ke Windows 7 (klien). Cek di VMnet8, jika mendapat IP 10.0.0.x berarti sudah berhasil. Apabila IP nya masih 192.168.x.x atau masih ip lama, coba disable VMnet8 kemudian enable lagi.

Dan klien pun sudah dapat alamat IP dari server. ^.^
readmore »»  

Step by Step Instalasi Windows Server 2008



- bazComp share -


Kali ini saya akan menjelaskan instalasi WS 2008 Enterpraise, sedangkan untuk edisi yang lain cara instalasinya tidak jauh berbeda!

Langsung aja berikut penjelasan dan penampakannya :
Setelah masuk dalam booting CD (terserah mau booting lewat mana sesuai dengan paket instalasinya), tunggu saja sampai tampilan proses windows is loadign files nya kelar. Penampakannya :


Gambar Tampilan proses Windows is Loading Files



Setelah proses loading kelar, selanjutnya langsung pada pengaturan bahasa pada saat instalasi, acuan waktu lokasi kita berada, dan setting keyboard. Selanjutnya tekan next. Yeah,, gampang bukan!! Lanjut!


Tampilan Pengaturan Bahasa dan Lain-lain nya
Nah,, kalau sudah langsung aja klik tombol Install Now untuk melanjutkan proses installasi!!


Install Windows

Kemudian pilih paket instalasi mana yang akan kita gunakan sesuai dengan kebutuhannya. Kali ini kita akan pilih WS 2008 Enterpraise.


Tipe WS 2008 yang bisa digunakan
Selanjutnya, Microsoft Software Lisense Terms yang merupakan informasi tentang rekomendasi lisesi dari Microsoft untuk menggunakan WS 2008. Silahkan saja kalau mau membaca seluruh lisensi yang ada (kalau mau repot, hehehe). Selanjutnya centang 'I accept the license terms'. Dan.... NEXT!


Tampilan Lecense
Kemudian akan tampil jendela 'Which type of installation do tou want?' Pilih aja Custom (Advanced)!


Tampilan Pilihan Instalasi
Lanjuttt...
akan tampil jendela pengaturan partisi harddisk yang akan digunakan untuk menyimpan system OSnya. Untuk menampilkan perintah-perintah lainnya kilk 'Drive Options (advance)!
Atau bisa langsung klik next!


Partisi Harddisk
Selanjutnya tinggal ngopi-ngopi dan makan cemilan aja sembari menunggu proses instalasi selesai!


Tampilan Proses Instalasi
Fyuh... setelah kenyang makan cemilannya, maka akan tampil sebagai berikut :

tekan CTRL + ALT + DEL untuk Log On.....
Maka tampilannya : Jreng.. Jreng...

Kemudian masukkan aja password dan konfirmasi password dengan ketentuan minimal 7 karakter!


Congrats.... Anda telah berhasil!!! Selanjutnya akan dilakukan beberapa konfigurasi pada WS 2008
readmore »»  

Download Windows Server 2008 [ISO File]



- bazComp share -





Langsung saja berikut saya kasih dah link downloadnya untuk Sistem Operasi khusus server yang biasanya juga dikenal dengan 'Windows Server Codenamed Longhorn'!! Rekan-rekan dapat memilih beberapa edisi Windows Server 2008 sesuai dengan kebutuhan!


Windows Server 2008 Standard
32 Bit (english): Link Download
64 Bit (english): Link Download

Windows Server 2008 Enterprise
32 Bit (English): Link Download
64 Bit (English): Link Download

readmore »»  

Rabu, 15 Agustus 2012

Navicat 8.0 for MySQL


Berawal dari banyaknya teman yang menanyakan tentang cara export import (exim) data dari file Excel, Access maupun file dBase ke MySQL. Mungkin sobat sekalian sudah tahu caranya. Nah, tulisan ini special kutujukan bagi sobat yang belum mengetahuinya.Hehe. Bagi sobat yang sudah mengetahuinya, koreksi ya jika ada salah tulisan :D

Yuk kita mulai aja…

Namanya Navicat, lengkapnya Navicat for MySQL coz software ini memang khusus buat MySQL. Haha

Navicat adalah salah satu software exim data dari dan ke MySQL/Oracle/PostgreSQL/SQLite. Tapi tulisan ini hanya khusus tuk exim data MySQL aja ya, tuk exim data selain MySQL bisa minta bantuan om google aja.Haha. Versi trial Navicat dapat kamu dapatkan gratis disini. Meski hanya bisa bertahan hidup selama 1 bulan, tapi ga ada salahnya kan menggunakan nih software untuk exim data dari maupun ke MySQL daripada kamu nulis ulang semua data dalam database.Haha

Woke deh, setelah kamu download Navicat for MySQl versi trial, kamu bisa menginstal kedalam kompiemu. Tuk nginstalnya cukup klik next n next aja kok :D

Kemudian jalankan Navicatnya ya untuk lebih mengetahui fungsi detailnya. Menjalankannya bebas aja deh, bisa kamu pilih program Navicat for MySQL dari menu Start maupun cukup klik 2x icon Navicat for MySQL yang dah nongol di desktop kompiemu :p

Nah, jika halaman utama Navicat dah nongol, kliklah icon Connection untuk memulai pembuatan koneksi ke MySQL. Berilah nama koneksi pada kotak Connection Name n jangan lupa atur host name, port, username dan password MySQL kalian. Kamu bisa menekan tombol Test Connection tuk mengetahui semua data yang sudah kamu isikan tadi dah terkoneksi dengan benar ato tidak :D

Kamu bisa mengecek keberadaan semua database MySQLmu dengan cara klik kanan pada Connection yang muncul secara otomatis pada taks pane sebelah kiri Navicat kemudian pilihlah Open Connection.

Jika kamu belum mempunyai database untuk menampung data impor, kamu dapat menekan klik kanan mouse kemudian pilih New Database n tulis nama database yang kamu inginkan. Secara otomatis masing-masing database mempunyai fitur untuk membuat table, view, backup dll. Asik bukan?

Untuk mengimport data ke dalam tabel, pilihlah fitur New Tables kemudian tekanlah icon Import Wizard. Dengan menggunakan Navicat kamu bisa mengimport data dengan berbagai ekstensi seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Untuk import data excel, pilihlah opsi Excel file (*.xls) untuk data dari file Excel sebelum versi 2007 dan opsi Excel 2007 file (*.xlsx) untuk data file sesudah versi 2007 (sementara untuk versi 2007 dan 2010 coz setelah itu belum tahu apakah masih menggunakan ekstensi .xlsx ato tidak :D )

Pada kotak Import from kamu dapat menuliskan lokasi file sumber import. Tapi jika kamu tidak mengetahui lokasinya ato ragu-ragu, cukup tekanlah icon elipsis (…) untuk mencari lokasi file dengan lebih tepat. Semua sheet dalam file tersebut yang mengandung data secara otomatis akan tampak pada daftar tabel di bawahnya (lihat gambar diatas ya :D). Jika kamu menginginkan semua sheet tersebut diimport kedalam database, cukup tekanlah tombol Select All. Tapi jika cuma beberapa sheet yang kamu inginkan, centanglah sheet tertentu secara manual saja :p

Biasanya data dalam Excel mempunyai judul pada baris teratasnya. Kamu bisa memilih apakah judul tersebut juga kamu gunakan sebagai nama field dalam tabel barumu atokah tidak. Jika ya, maka pada kotak Field name row tulislah lokasi baris dimana judul itu berada kemudian pada kotak First data row tulislah lokasi baris data pertama yang akan diimport. Untuk pengaturan data tanggal, penggunaan titik ato koma dalam pecahan dan waktu dapat pula kamu atur sesuai keinginan :D

Jika nama target tabel tidak sesuai dengan keinginan, kamupun bisa menggantinya dengan cara memilih target tabel yang akan diganti. Begitu pula untuk tipe data masing-masing field dapat pula kamu ganti sesuai kebutuhan coz defaultnya tipe data dari excel adalah text (Varchar). Selain mengganti tipe data dalam Navicat, kamupun juga dapat menggantinya nanti dalam MySQL :D


Langkah terakhir tekanlah tombol Start untuk memulai proses pengimportan data. Lamanya proses ini tergantung besar kecilnya data yang kamu import.

Nah, setelah proses import data selesai, secara otomatis semua tabel import akan tampil pada database. Untuk membukanya tinggal klik 2x nama tabel yang ingin kamu buka. Mudah bukan?

Untuk mengeksport data MySQL ke ekstensi lain, bukalah terlebih dahulu tabel yang akan kamu eksport kemudian tekanlah tombol Export Wizard

Nah, setelah itu explore sendiri ya Navicat ini n temukan semua kelebihan fitur yang dimiliki sesuai kebutuhanmu. Jika masih bingung, kan masih ada layanan Help yang siap membantumu kapan saja.Hehe. Semoga bermanfaat ya :D
readmore »»